Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Ternyata aku sudahj empat tahun menjalanoi hari-hari sebagai mahasiswa. Masih ku ingat saat abangku mengabarkan bahwa aku lolos SPMB dan mendapat satu kursi di biologi UI. Persasaan saat itu campur aduk, antara bahagia dan sedih. Bahagia karena aku bias melanjutkan pendidikanku dan mendapat kampus yang cukup membanggakan. Tapi, di sisi lain aku bersedih. Aku sebenarnya tak berharap bias masuk biologi, walaupun jurusan itu menjadi pilihan pertamaku di formulir SPMB. Aku justru berharap lolos di pilihan kedua, kedokteran hewan IPB.
Cita-citaku ingin menjadi dokter hewan. Impian itu lahir bukan tanpa arahan. Memiliki ayah seorang mantri hewan menjadikanku dekat dengan dunia hewan. Ayahku pun sangat berharap aku menjadi dokter hewan. Setidaknya untuk merealisasikan cita-citanya yang tertunda. Keterbatasan dana membuatnya memilih untuk tidak melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Makanya, ia merancang dengan baik pendidikanku. Aku harus masuk SLTP yang tak ku inginkan, dihantui perasaan bersa;lah saat mendapat SMA yang tak diharapkannya, hingga harus berjuang keras agar dapat masuk kelas IPA. Awalnya aku tertekan. Tapi pada akhirnya aku sadar, ayah tau di mana bakatku. Apa yang dilakukannya semata-mata untuk kebaikanku juga. Hingga cita-cita menjadi dokter hewan pun tumbuh bersemi di hatiku.
Rencana Allah memang terlalu indah untuk diketahui. Aku tak pernah menyangka usahaku selama ini untuk meraih cita-citaku terhenti saat aku diterima sebagai mahasiswa biologi. Bahkan adikku pun memilih kelas IPS, padahal aku berharap ia bisa melanjutkan perjuanganku. Beruntung ayahku menerima kenyataan itu. Dan akupun hanya bias bersyukur bahwa inilah jalan terbaik yang Allah berikan untukku.
Ku jalani hari-hariku di biologi. Alhamdulillah, aku tidak menyesal masuk biologi. Dunia biologi ternyata begitu menyenangkan. Banayk pengetahuan yang menakjubkan yang ku peroleh. Biologi mengingatkanku bahwa betapa Sang Maha Pencipta begitu sempurna merancang semuanya tanpa ada satu pun yang sia-sia. Tahun pertama ku ikuti semua kegiatan yang berkaitan dengan biologi di luar perkuliahan. Dan pelajaran yang ku dapat adalah bahwa ala mini begitu berharga. Ketika kita sudah masuk dalam ekositem, maka menjadi kewajiban kitalah untuk menjaga keseimbangannya.
Tahun kedua ku arahkan pandanganku, menentukan penjurusan di biologi. Biasanya, pertanyaan yang akan diajukan yaitu: pilih hewan atau tumbuhan, lebih suka di labolatorium atau ke lapangan, dan mau mengambil bidang apa: genetika, ekologi, mikrobiologi, fisiologi, biologi perkembangan, atau taksonomi. Dan semua itu terjawab di tahun ketiga saat aku memantabkan hatiku dengan memilih ekologi hewan khususnya serangga dan lebih menyukai aktivitas di lapangan dibandingkan di labolatorium.
Tapiiii,,kenapa tiba-tiba di tahun keempat ini aku seolah kehilangan jati diriku sebagai seorang biolog yaa?! Merasa jauh dengan dunia biologi. Mungkin karena aku belum juga skripsi. Padahal udah tua gini. Aku juga kurang mengasah ilmuku. Ku akui semakin tua di jurusan, aktivitas lingkunganku semakin berkurang. Dulu, semangatku terjaga karena aku sering naik gunung, pergi ke laut, ikut eksplorasi, atau sejkadar pengamatan lapangan kecil-kecilan di kampus. Aku juga punya cukup informasi terkait lingkungan melalui milis yang ku ikuti.
Faktor lainnya mungkin karena aku kurang fokus dengan bidang ilmuku. Aku kepincut dengan dunia computer. Aku memang sedang dekat dengan dunia itu. Punya teman-teman yang handal di bidang computer, senang menulis di blog, dan tertarik di bidang mediasi yang unung-ujungnya berhubungan dengan komputer. Aku juga tertarik dengan dunia sastra. Rasanya ingin jadi penulis saja. Dan akupun ingin menjadi pengusaha. Di otakku seolah terekam kata bisnis, uang, penghasilan. Hmm,,banyak yang ku inginkan. Dan akupun ingin sukses seperti mereka.
Ternyata, menjadi biolog sejati tidaklah mudah. Butuh usaha, butuh pengorbanan, dan butuh kefokusan. Banyak keinginan untuk handal di beberapa bidang ilmu justru bias membuat kita tidak memperoleh ilmu itu secara utuh. Maka, mulai sekarang harus focus pada satu bidang ilmu saja. Tak masalah jika ingin mempelajari ilmu yang lain, tapi core competence kita harus tetap dipertahankan. Dan aku akan mencobanya. Blog ini hadir untuk mengasah kemampuanku sebagai biolog sejati. Mungkin sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Blog ini tidak akan menjauhkanku dari dunia computer. Akupun bias menjadi penulis, menceritakan pengalaman luar biasa sebagai seorang biolog, dan meluaskan jaringan, siapa tau ada yang mau kerjasama bikin usaha yang terkait dengan biologi.
Yoooo, bisa karena ku yakin bisa! Semangat Bermanfaat!!!